Rabu
Perang Cyber Indonesia VS Malaysia
Diposting oleh Unknown di 01.25 0 komentar
Senin
Karena Kesal Bocah 2 SMP Membuat Program Artav Antivirus
-Perbaikan ARTAV-RealTime Protection
Virus Komputer :
Total : 45 Virus Tambahan
- NET-Worm.Worm32.DoomWot (worm)
- NET-Worm.Worm32.DoomHunter (worm)
- New Heur Level.9 (virus)
- New Heur Level.9 PIF (virus)
- SHORTCUT (script)
- TROJAN-Spy.GhostKeylooger (trojan)
- TROJAN-Spy.AdvancedKeylogger (trojan)
- FakeFirewall (trojan)
- WORM.VBS.NETLOG (worm)
- WORM.VBS.Headtail (worm)
Diposting oleh Unknown di 23.34 0 komentar
Artav Anti Virus Buatan Anak Indonesia
ARTAV Antivirus merupakan antivirus buatan Anak Negeri. ARTAV Antivirus ini dibuat oleh siswa kelas 2 SMP Negeri 48 Bandung bernama Arrival Dwi Sentosa(13). Nama ARTAV sendiri merupakan gabungan dari nama Arrival Dwi sentosa dan kakaknya Taufik Aditya Utama(17),(ARTAV/Arrival Taufik). Pembuatan ARTAV Antivirus ini memakan waktu satu tahun.
Antivirus ini mampu mengendalikan 2000 tipe virus dengan ratusan ribu variannya.
ARTAV Antivirus ini sama seperti antivirus lokal lainnya, yang akan terus di update versi terbarunya.
Meski antivirus ini sudah di download ribuan kali, akan tetapi antivirus buatan anak SMP ini belum dipatenkan.
Bagi teman-teman yang ingin mencoba antivirusnya silakan mengunjungi Link dibawah ini :
http://www.artav-antivirus .com/
Diposting oleh Unknown di 22.40 0 komentar
Minggu
Luis Figo Menggiring Bola di Indonesia
Indonesia kehadiran satu lagi pemain Bola Internasional yang merupakan mantan pemain Real Madrid yang juga merupakan pemain terbaik Eropa 2000 dan pemain terbaik dunia 2001, yaitu Luis Figo
Kedatangan Figo ke Indonesia dalam rangka acara Luis Figo Menggiring Bola yang diselenggarakan oleh produsen makanan PT.Dua Kelinci.
Luis Figo menyapa peserta Indonesia Menggiring Bola (IMB) yang berada di sekitar garis start, Silang Barat Monas, Jakarta, minggu 30 Januari 2011. "Good morning, people! I love you!," teriak Figo sambil melambaikan tangannya.
Figo mengaku kaget dan senang melihat antusias peserta yang membludak mencapai 10 ribuan. "Ini sangat fatastis. Ada ribuan orang berkumpul di sini," kata pemain yang pernah memperkuat Sporting Lisbon, Barcelona, dan Inter Milan ini.
Figo sempat melakukan sedikit wawancara singkat dengan beberapa wartawan dari stasiun swasta di panggung kecil dekat start yang dipandu presenter Ulfa Dwiyanti dan Farhan. Beberapa wartawan tidak bisa mengikuti sesi ini karena panggung berukuran sekitar 5 x 3 meter tersebut tidak bisa menampung mereka.
Membeludaknya peserta membuat panitia kesulitan berkoordinasi. Akibatnya, agenda menggiring bola massal tidak berjalan sesuai jadwal. Figo yang dijadwalkan memimpin acara menggiring bola, langsung diamankan menggunakan mobil dibawa ke Wisma Nusantara di Jalan Tamrin untuk wawancara ekslusif dengan stasiun Tv One.
Peserta yang tadinya dijadwalkan menggiring bola bersama-sama mengelilingi rute Monas ke Bundaran Hotel Indonesia kemudian kembali ke Monas lagi, gagal. Bola yang seharusnya digiring hanya bisa dijinjing.
Read More......
Diposting oleh Unknown di 04.37 0 komentar
Sabtu
Irfan Bachdim Tidak Lagi Membela Timnas Indonesia
Diposting oleh Unknown di 07.47 0 komentar
Kamis
Irfan Bachdim Bangga jadi Orang Indonesia
Di babak final leg kedua kemarin, Rabu 29 Desember 2010, Bachdim cs memang menang 2-1 atas Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Namun secara agregat kalah 2-4, sebab di leg pertama tumbang 0-3 di kandang Malaysia.
Meski demikian rasa terima kasih dihaturkan Bachdim pada pendukung Indonesia yang hadir malam tadi. Bagaimana tidak, raungan 80 ribu lebih penonton, jadi suntikan penting atas terciptanya dua gol Indonesia.
"Saya sangat bangga dengan suporter Indonesia. Kalian semua hebat!Benar-benar pendukung terbaik di dunia. Saya bangga akan kalian dan saya bangga jadi orang Indonesia," kata Bachdim dalam akun Twitternya beberapa jam pasca pertandingan berakhir.
Ini menjadi kali kedua Indonesia mengalahkan Malaysia di Piala AFF 2010 yang digelar SUGBK. Sebelumnya di penyisihan Grup A, tim Merah Putih juga menang 5-1. Saat itu Bachdim menyumbang satu gol di masa Injury Time.
"Kami dua kali mengalahkan mereka. Belum cukup untuk merebut Trophy juara. Tapi kami adalah tim terbaik di turnamen. Dan pendukung kami adalah yang terbaik," tambah Bachdim.
GOOD JOB TIMNAS INDONESIA...WE'RE SO PROUD OF YOU ALL...!!!! Read More......
Diposting oleh Unknown di 00.10 0 komentar
Rabu
INDONESIA FAIRPLAY
KONTRADIKSI PERTANDINGAN ANTARA INDONESIA VS MALAYSIA
Inilah suasana yang kontras antara pendukung Timnas Indonesia dan Malaysia.
dimana Supporter Indonesia fairplay dengan mendukung Timnas secara sportif sangat kontras dengan supporter Malaysia yang mendukung timnya dengan banyak Laser dan menyoroti pemain Indonesia.
Pertandingan Indonesia vs Malaysia pada leg pertama menghasilkan skor 0-3.
Sikap suporter Malaysia yang tidak fair dengan mengincar wajah para pemain timnas Indonesia dengan lesatan sinar laser ternyata menjadi kenyataan. Sebelumnya, tindakan tidak sportif yang dapat menguntungkan timnas Malaysia tersebut ditengarai sebagai salah satu penyebab kalahnya Vietnam dalam laga semifinal melawan Malaysia.
Para pengguna Twitter di Indonesia menyebut hal tersebut sebagai kecurangan. Bahkan, saking banyaknya yang menulis tweet, kata "curang" masuk ke trending topics dunia. Hashtag #malaysiacheatlaser pun masuk trending topics dunia dalam seketika.
Suporter Malaysia memang tak sportif. Sejak babak awal, laser berwarna hijau terus diarahkan ke muka kiper Markus Harison untuk mengganggu pandangan. Saat sepak pojok untuk Malaysia dilakukan pada menit kesembilan, Markus langsung memprotes dan wasit sempat menunda sepak pojok sementara waktu.
Insiden tersebut kembali terjadi pada babak kedua. Saat Malaysia mendapat tendangan bebas ke gawang Indonesia pada awal babak kedua, wasit sampai menghentikan pertandingan pada menit ke-54 setelah diprotes pelatih timnas Indonesia. Pemain Indonesia pun sempat walkout.
Akibat insiden sinar laser, Indonesia kehilangan konsentrasi dan momentum untuk meraih kemenangan di babak kedua. Alhasil, Firman Utina dan kawan-kawan dibantai 0-3 oleh tuan rumah Malaysia pada leg pertama final Piala AFF 2010, Minggu (26/12/2010).
Sebelum adanya insiden laser, Indonesia bermain penuh disiplin. "Tim Merah Putih" bahkan mampu mencetak gol lebih dulu lewat sontekan Cristian Gonzales saat babak kedua baru berjalan dua menit. Sayang, gol tersebut dianulir wasit karena Gonzales berada dalam posisi offside.
Semua momentum menyerang itu seakan sirna setelah suporter Malaysia menembak mata Markus Horison dengan laser. Pertandingan pun terpaksa ditunda selama beberapa menit dan "Garuda" kehilangan momentum menyerangnya.
Malaysia memanfaatkan ini dengan memutar arus pertandingan. Serangan demi serangan terus dibangun sampai akhirnya tiga gol bersarang di gawang Markus. Gol-gol bagi Malaysia dimulai dari aksi Mohd Safee Bin Mohd Sali di menit ke 60 memanfaatkan umpan matang Norshahrul Idlan Bin Talahaoleh.
Selang delapan menit kemudian, Mohamad Ashari Bin Samsudin memperbesar keunggulan Harimau Malaya melalui sebuah tendangan geledek. Adapun gol ketiga datang dari sundulan Mohd Safee Bin Mohd Sali yang tak terkawal di kotak penalti.
Dengan kekalahan ini Tim Merah Putih diwajibkan menang dengan selisih empat gol saat leg kedua berjalan, Rabu (29/12/2010), guna memutarbalikkan keadaan dan memenangkan trofi Piala AFF 2010.
INDONESIA FAIRPLAY
suasana pertandingan yang kontras pun terjadi pada laga leg ke-2 yang berlangsung di Gelora Bung Karno Dimana Indonesia memenangkan pertandingan dengan skor 2-1.
Semangat luar biasa Suporter tim nasional Indonesia membentangkan bendera Merah Putih raksasa saat mendukung perjuangan timnas melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta 29 Desember 2010. Timnas Indonesia menang 2-1 atas Malaysia pada final leg kedua Piala AFF 2010, namun gagal meraih juara karena kalah agregat 2-4.
Indonesia sangat fairplay dan supporter Indonesia pun sangat sportif. hal ini patut diancungi jempol karena sportifitas merupakan point terpenting dalam suatu pertandingan. Para pemain timnas Indonesia pun seperti Irfan Bachdim,Firman Utina dan kawan-kawan bangga dengan supporter Indonesia yang mendukung timnas secara sportif, tanpa laser dan gangguan petasan.
Padatnya Suporter Indonesia yang memenuhi Gelora Bung Karno memang memberikan spirit yang luar biasa, tampak terlihat hampir tidak ada supporter Malaysia menunjukkan batang hidungnya, hal ini dimungkinkan karena supporter Malaysia takut adanya kemungkinan tindak anarkis dari supporter Indonesia mengingat tindakan curang yang sudah dilakukan oleh pihak Malaysia melalui sinar lasernya.
Sorak-sorai dan nyanyian dari 95.000 suporter yang memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno menambah semangat Ahmad Bustomi dkk. Beberapa kali peluang emas didapatkan Gonzales.Pemain depan asal Persib Bandung tersebut tercatat dua kali mendapatkan peluang bagus. Berbagai peluang emas yang diciptakan Indonesia tidak berbuah apa pun dan menutup babak pertama dengan kedudukan imbang 0-0. Memasuki babak kedua, Indonesia tetap melancarkan serangan demi serangan ke jantung pertahanan Malaysia.
Tapi, apa mau dikata,Indonesia malah kebobolan lewat serangan balik cepat anakanak Harimau Malaya di menit ke- 53,melalui Mohd Safee Sali.Ini gol kelima Safee Sali di Piala AFF 2010 sekaligus mengantarnya sebagai top skor turnamen. Dengan gol Safee Sali, Indonesia harus bisa menjaringkan gol sebanyak lima kali jika ingin menjadi juara. Meski demikian, para pemain tidak patah arang. Indonesia berhasil menyamakan kedudukan melalui M Nasuha di menit ke-70.
Nasuha yang juga pemain belakang Persija Jakarta berhasil memanfaatkan kemelut di depan gawang Malaysia. Gol dari Nasuha membuat para pemain Indonesia semakin bersemangat. Tim Merah Putih pun membalikkan keadaan melalui gol M Ridwan menit ke-86.Sayang,gol yang diciptakan Ridwan menjadi gol penutup dan membuat Harimau Malaya untuk pertama kalinya menjuarai Piala AFF. Banyaknya peluang di babak pertama yang terbuang percuma, menurut Riedl, lebih disebabkan ketidakberuntungan. Read More......
Diposting oleh Unknown di 23.59 0 komentar
Cesc Fabregas, Rio Ferdinand & Ryan Babel Ucapkan Selamat Buat Indonesia
Euforia timnas Indonesia ternyata berdengung sampai ke luar negeri. Setidaknya beberapa pemain yang merumput di Liga Primer Inggris ikut memantau perkembangan skuad Merah-Putih di semi-final AFF Suzuki Cup 2010.
Usai kemenangan Indonesia atas Filipina untuk merebut tiket ke partai puncak AFF, laman jejaring sosial Facebook dan Twitter langsung ramai dengan beragam status kegembiraan para suporter timnas.
Komentar-komentar di Twitter tidak hanya dimeriahkan oleh fans Indonesia, namun Ryan Babel, Rio Ferdinand dan Cesc Fabregas ikut menyampaikan ucapan selamat kepada Indonesia.
Babel yang saat ini membela Liverpool diketahui berteman dengan penyerang timnas Irfan Bachdim, karena keduanya sama-sama mengawali karier di skuad junior Ajax pada 1999-2001.
Ketika babak pertama usai, Babel sempat mengucapkan: "Semoga beruntung Irfan Bachdim dan Indonesia."
Sedangkan Ferdinand sudah berkali-kali mengomentari timnas via akun @rioferdy5.
"Saya tahu dari twitfam [sebutan bagi pengikutnya di @rioferdy5] di Indonesia kalau mereka sudah mencapai final, selamat!" ucap bek timnas Inggris dan Manchester United itu.
Dan terakhir, gelandang Arsenal dan timnas Spanyol ikut bersuara melalui @cesc4official.
"Selamat kepada semua fans sepakbola Indonesia atas kemenangan mereka. Selamat menikmati!" tulis Fabregas.
Ucapan selamat dan dukungan dari para pemain Dunia merupakan suatu spirit dan dukungan untuk Indonesia, bukan hanya warga Indonesia yang mendukung Timnas tapi Banyak juga dari luar negri yang mendukung Timnas.
BRAVO SEPAK BOLA INDONESIA!!!!!
Diposting oleh Unknown di 21.52 0 komentar
Malaysia Jagoan Laser (Tragedi Sinar Laser Akan Lebih Diingat dari pada Menjadi Sekedar Juara)
Dalam permainan sepakbola, dukungan atau teror dari penonton bisa memperkaya sebuah pertandingan itu sendiri. Sebuah pertandingan besar akan terlihat membosankan jika puluhan ribu penonton hanya duduk diam dan hanya sesekali bertepuk tangan dengan sopan menanggapi kejadian- kejadian menarik di lapangan. Tak seronok laaah! Demikian kalau boleh meminjam ungkapan yang biasa dikatakan tokoh animasi Ipin dan Upin.
Namun, apakah masih seronok, jika teror itu diwujudkan dengan sorotan sinar laser ke mata kiper lawan? Sama sekali tidak. Tindakan ini bisa dikategorikan perbuatan kriminal, karena sinar laser membahayakan kesehatan mata. Bayangkan jika puluhan ribu suporter semuanya menggenggam pena sinar laser dan masing-masing mengarahkan ke pemain yang mereka pilih.
Selain julukan Harimau Malaka, Timnas Malaysia layak mendapat julukan baru, yakni Jagoan Laser. Julukan itu pantas diberikan setelah pendukung Malaysia sukses menebar teror berupa sorotan sinar laser ke arah mata kiper Timnas Vietnam Bui Tan Truong dan kiper Timnas Indonesia Markus Horison dalam laga semifinal dan final Piala AFF 2010.
Dukungan kepada pemain kesayangan atau teror yang dilontarkan penonton terhadap pemain lawan berupa tiupan terompet, pukulan alat-alat musik atau sekadar teriakan tanpa arti mungkin masih bisa diterima sebagai bumbu, karena tak terlalu berpengaruh terhadap jalannya pertandingan.
Dalam kompetisi di negara kita, bentuk teror berupa lemparan botol plastik air mineral paling sering mengganggu pertandingan. Contoh bentuk lain dari sebuah teror yang melanggar aturan adalah menyulut petasan dan masuknya suporter hingga ke pinggir lapangan. Dibandingkan dengan lemparan botol plastik, sorotan sinar laser tentu jauh lebih mengganggu dan berbahaya.
Lemparan botol biasanya diarahkan kepada pemain lawan yang sedang melakukan lemparan ke dalam setelah bola keluar lapangan. Karena jarak yang terlalu jauh, lemparan botol jarang sekali mengenai pemain yang berada di tengah lapangan, apalagi seorang kiper. Bahkan seorang juara dunia lempar lembing pun akan kesulitan melempar botol air mineral tepat mengenai kiper. Namun dengan sebuah pena laser, penonton yang berada jauh dari pemain bisa dengan leluasa mengarahkan sinar yang mengganggu pandangan kiper.
Entah ada kaitan atau tidak dengan kekalahan 0-3 Timnas Indonesia dari Malaysia, sudah selayaknya jika PSSI mengajukan gugatan resmi ke FIFA terkait teror sinar laser. Meski gugatan serupa yang dilontarkan Vietnam kandas, PSSI tak boleh mengabaikan gangguan sinar laser dan menganggapnya hanya sebuah teror biasa.
Penonton yang cerdas tentu akan berpikir ribuan kali sebelum meniru aksi teror dari suporter Malaysia. Dengan meniru ulah suporter yang menebar teror laser, berarti telah membenarkan tindakan itu, dan secara tak sadar akan menghapuskan julukan Tim Jagoan Laser dari nama Timnas Malaysia. Timnas Indonesia harus mampu merebut kemenangan pada pertandingan kedua di Gelora Bung Karno tanpa bantuan teror seperti lemparan botol apalagi sinar laser.
Belajar dari peristiwa "tangan tuhan" ketika Maradona mencetak gol dengan tangan sehingga membawa Argentina menjadi juara dunia pada tahun 1986, suporter Indonesia harus sadar, seandainya Malaysia berhasil menjadi juara Piala AFF 2010, tragedi sinar laser akan lebih diingat daripada sekadar menjadi juara AFF.
Diposting oleh Unknown di 20.31 0 komentar
Kecurangan Sinar Laser Malaysia, Kali ini Timnas Indonesia jadi Korban
Apa yang dikuatirkan akhirnya terjadi juga. Bukan hanya Vietnam yang jadi korban kecurangan penonton atau suporter Malaysia namun juga Indonesia. setelah protes keras pernah dilancarkan Vietnam, namun tidak digubris. setelah itu terjadi lagi pada timnas Indonesia. Kiper dan Pemain Indonesia terus menerus mendapat sorotan sinar laser sepanjang permainan.
Hal ini terlihat jelas sinar laser sering menerpa pemain atau kiper timnas Indonesia saat akan beraksi. Bisa dibilang suatu bentuk intimidasi dan dalam olah raga intimidasi termasuk tindakan tidak fairplay.Jika kemudian bisa berdalih bahwa tuduhan itu dilakukan oleh pihak lawan. Rasanya sangat tidak masuk akal. Apalagi itu terjadi pada peristiwa, yaitu saat bertemu dengan Vietnam dan juga Indonesia. Jelas sudah bahwa suporter yang melakukan adalah suporter Malaysia adalah sangat idak masuk akal bahwa suporter Vietnam dan juga suporter Indonesia melakukan tindakan yang merugikan timnasnya sendiri. Mungkin kita masih berbangga dengan pemain kita bahwa timnas tidak melakukan walk out seperti pernah dilontarkan sebelumnya bahwa jika ada sinar laser timnas akan walkout.
Yang jadi persoalan di sini, jelas bahwa penyelanggara Malaysia tidak profesional. untuk setingkat negara, protes pertama yang disampaikan timnas Vietnam semestinya dilakukan perbaikan. namun saat bertemu Indonesia, kesalahan sama terjadi lagi.
Yang jadi pertanyaan jika tidak ada tindakan itu bisa ditafsirkan panitia memang sengaja membiarkan kecurangan itu terjadi. dan jika sudah demikian, artinya perlu ada semacam kesepakatan bersama regional atau bahkan internasional, sehingga yang terjadi demikian, jika tidak dilakukan tindakan tegas, akan berakibat semangat sepakbola fairplay yang selama ini dibangga-banggakan telah luntur.
saya rasa kedewasaan penonton di Malaysia terbukti bertolak belakang dengan semangat religius yang selama ini memang menjadi slogan mereka selama ini. dan bisa jadi semangat olah raga untuk menyatukan semangat kebersamaan dalam perbedaan jauh dari standar universal yang selama ini ada.
Karena itu, satu hal pasti bahwa akan muncul ketidakpercayaan masyarakat internasional terhadap penonton atau suporter internasional terhadap penyelenggaraan even-even olah raga jika dilangsungkan di Malaysia.
secara tersirat, penonton di Malaysia mencoba menunjukkan pada dunia bahwa kecurangan itu adalah hak kami karena tempat kami. sesuka hati kami lakukan. tidak ada yang melarang kami untuk berhak melakukan kecurangan secara tidak langsung di tempat kami agar setiap even olah raga dimenangkan, sekalipun dengan kecurangan tidak langsung.
Kecurangan langsung tidak bisa kami lakukan. tapi kecurangan tidak langsung bisa kami lakukan. dan tentunya, akan muncul efek beruntun yang memang harus diterima Malaysia nantinya, bukan saja di tingkat regional tapi juga internasional. Ketidakpercayaan terhadap penyelanggaraan olah raga jika dilangsungkan di Malaysia.
jika FIFA tidak melakukan hukuman atas tindakan tidak fairplay Malaysia terhadap Indonesia dan Vietnam saat ajang AFF ini, tentunya akan menjadi semacam batu sandungan FIFA ke depan. kenapa demikian, karena nantinya akan muncul efek domino. bahwa teknik curang dengan sinar laser nantinya akan ditiru oleh banyak negara-negara yang bernaung di bawah FIFA.
Kecurangan yang dilakukan supporter Malaysia sangat tidak patut di tiru, karena nantinya akan banyak Negara lain yang menirukan teknik curang melalui suporternya dengan mengintimidasi pemain lain melalui sinar laser.
Sportifitas merupakan hal utama dan terpenting dalam suatu pertandingan. Dengan melakukan kecurangan berarti sudah menodai permainan. Kemengan yang didapatpun bukan merupakan kemenangan yang pure atau murni.
Mungkin Malaysia hanya butuh kemenangan secara curang dan tidak butuh fairplay.
Berbeda dengan Indonesia yang bermain secara fair dan supportif dan kalah dengan terhormat.
Diposting oleh Unknown di 19.46 0 komentar
Karena Laser dari Malaysia Wasit Hentikan Final Piala AFF 2010
Kejadian bermula ketika Malaysia ingin mengadakan tendangan bebas di dekat gawang Indonesia. Belum sempat ditendang, penjaga gawang Markus Horison kembali protes karena matanya terus disinari laser.
Markus memprotes pada wasit. Begitu juga Pelatih Tim Nasional Indonesia, Alfred Riedl. Wasit Masaaki yang melihat laser akhirnya mengambil keputusan untuk menghentikan pertandingan sejenak.
Pertandingan masih dihentikan, sementara pendukung Malaysia malah melempar petasan ke lapangan. Sementara suporter Indonesia memberikan jempol ke bawah ke suporter Malaysia.
Diposting oleh Unknown di 19.31 0 komentar







