Tampilkan postingan dengan label sport. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sport. Tampilkan semua postingan

Senin

Marco Simoncelli Meninggal di Lintasan MotoGP

Kabar duka datang dari dunia balap MotoGP. Kali ini kecelakaan tragis dalam Seri MotoGP di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu, 23 Oktober 2011 mengakibatkan tewasnya pembalap Marco Simoncelli.

Pembalap Gresini Honda itu terjatuh ketika beradu kencang dengan rivalnya Alvaro Bautista untuk memperebutkan posisi ke empat.

Pembalap yang berjuluk SuperSic itu kehilangan kendali di tikungan 11 dan langsung jatuh terhempas, sekaligus berbenturan dengan pebalap Yamaha Tech 3 Colin Edwards, dan pebalap Ducati Valentino Rossi. Namun Rossi mampu menghindari tabrakan itu.

Dalam video kecelakaan maut yang merenggut pembalap Gresini Honda itu, terlihat bagaimana helm Simoncelli terlepas saat kepalanya berada di bawah motor Edwards. Ini disinyalir menjadi penyebab kematian Simoncelli, yang mengalami cedera kepala, leher dan juga dada.

Pihak panitia balapan pun langsung menghentikan jalannya balapan dengan mengibarkan bendera merah.

Read More......

Jumat

Pep Guardiola Sudah Ramalkan Fabregas 10 Tahun yang Lalu

Awal pekan ini Cecs Fabregas resmi bergabung dengan Barcelona, klub tempat ia mulai bermain bola sebelum bergabung dengan Arsenal delapan tahun lalu.
Namun ternyata kehadiran Fabregas di Nou Camp telah "diramalkan" sejak 10 tahun lalu oleh pelatih Barcelona saat ini, Pep Guardiola, yang ketika itu masih bermain sebagai gelandang sentral Barca.
Seperti yang dilansir The Sun, sepuluh tahun lalu Guardiola memberikan kostum Barca kepada Fabregas lengkap dengan pesan khusus untuk sang pemain junior.
"Untuk Francesc Fabregas, saya akan tunggu beberapa tahun untuk melihat kamu memakai nomor 4 di Camp Nou. Sehat selalu. Semoga berhasil. (tertanda) Pep Guardiola," demikian tulisan pada kostum Barca untuk Fabregas tersebut.
Satu dekade kemudian, ketika Guardiola menjadi pelatih di Nou Camp, apa yang dituliskannya benar-benar menjadi kenyataan. Fabregas pulang kampung ke Barcelona dengan memakai kostum bernomor punggung 4 yang dulu dipakai dan dijanjikan oleh Pep.
Sebenarnya, ide pemberian kaos Barca dengan tanda-tangan Guardiola itu merupakan

Read More......

Kamis

Video: Cubitan Mourinho Berbuah Tamparan

Panasnya duel Piala Super Spanyol antara Barcelona kontra Real Madrid selalu melahirkan cerita-cerita menarik. Salah satunya yakni cubitan entrenador Madrid, Jose Mourinho kepada asisten pelatih Barcelona, Tito Vilanova yang berbuah tamparan.

Insiden ini terjadi saat kedua tim terlibat dalam keributan jelang akhir pertandingan leg 2 Piala Super Spanyol, dini hari tadi. Cubitan Mourinho di pipi kanan Tito justru berbuah tamparan. Tito yang saat itu ikut dalam kerumunan, tampak kaget saat Mourinho mencubit pipinya. Ia langsung membalas dengan menampar telinga Mourinho.

Entah Mourinho bermaksud untuk bercanda atau tidak. Yang jelas, Mourinho pernah berteman dekat dengan Tito saat masih berada di Barcelona. Namun, panasnya pertandingan seakan membuat persahabatan keduanya terkubur.

Pada pertandingan di Camp Nou itu, Barcelona akhirnya tampil sebagai juara setelah menang tipis 3-2 atas

Read More......

Gerard Pique: Mourinho Merusak Sepak Bola Spanyol

Bek Barcelona Gerard Pique menganggap pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, sebagai perusak sepakbola Spanyol menyusul kericuhan yang terjadi jelang berakhirnya leg kedua Piala Super Spanyol, Kamis dinihari WIB, 18 Agustus 2011.

Dalam laga yang berkesudahan 3-2 untuk keunggulan Barcelona itu, Jose Mourinho terlibat insiden dengan asisten pelatih Barcelona Tito Vilanova. The Special One tertangkap kamera mencubit pipi Vilanova dan asisten Josep Guardiola itu meresponnya dengan menampar Mourinho.

Tindakan itu terjadi setelah bek Madrid Marcelo mendapat kartu merah karena menekel Cesc Fabregas. Mourinho mencubit pipi Vilanova di tengah-tengah kericuhan pemain Los Blancos dan Barcelona.

Pique menilai tindakan Mourinho sudah melewati batas. Selain dianggap tidak bisa menjaga pemainnya, mantan pelatih Inter Milan tersebut juga tidak memberi contoh yang bagus dengan mencubit Vilanova.
"Mourinho merusak sepakbola Spanyol. Orang-orang mencari penyebabnya, namun penyebabnya ada di Madrid. Seseorang perlu melihat video, menganalisis dan mengatakan siapa yang harus disalahkan," ujar Pique seperti yang dilansir EuroSport.

Leg kedua Piala Super Spanyol dinihari tadi memang berlangsung panas. Tiga pemain mendapat kartu merah yakni Mesut Ozil dan Marcelo (Real Madrid) serta David Villa (Barcelona).

"Kami berharap orang-orang akan berbicara tentang pertandingan hebat dalam sepakbola dan bukan tentang perkelahian. Ini bukan kali pertama terjadi, dan selalu melibatkan orang yang sama. Seseorang harus menyelesaikan masalah ini,” ungkap Pique.

Ketika ditanya mengenai insidennya dengan Vilanova, Mourinho berujar, "Saya sudah bersikap sopan dan bermain seperti laki-laki dan tidak terjatuh pada sentuhan pertama. Saya tak tahu siapa Vilanova."

Sementara itu pelatih Barcelona, Pep Guardiola, tidak yakin Mourinho tidak kenal Vilanova. "Mourinho pasti tahu siapa Vilanova. Saya tahu siapa Karanka (asisten Mourinho). Vilanova orang yang penting di tim kami," pungkas Guardiola.

Sumber: Vivanews

Read More......

Hatrick Messi Bawa Barca Rebut Piala Super Spanyol


Barcelona sukses mengamankan gelar Piala Super Spanyol setelah sukses menekuk Real Madrid 3-2 di leg 2. Lionel Messi menjadi pahlawan kemenangan Barca dengan mencetak dua gol dan satu assists.
Dengan skor akhir 3-2 maka Blaugrana berhasil mempertahankan Piala Super Spanyol setelah unggul dengan agregat 5-4. Ini menjadi gelar ke-10 bagi Barcelona di ajang Piala Super Spanyol.
Bermain di Camp Nou, Madrid yang tertahan 2-2 di leg pertama langsung tampil agresif. Pertandingan baru berjalan satu menit, Ronaldo langsung mengancam lewat tendangan kerasnya. Namun sayang masih bisa dihadang kiper Victor Valdez.

Justru Barca yang bermain tenang berhasil memanfaatkan peluang menjadi gol. Pada menit 15, Messi berhasil memberikan umpan terobosan yang matang yang berhasil diteruskan Iniesta dengan menaklukkan kiper Iker Casillas. Barca sementara unggul 1-0.

Tertinggal Madrid langsung merespon dengan cepat. Pada menit 19, Madrid berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat gol Ronaldo memanfaatkan kemelut di mulut gawang Blaugrana.

Madrid tetap bermain dengan tempo tinggi. Namun pemain Barca tak terpancing dan mencoba memanfaatkan umpan dari kaki ke kaki. Barca berpeluang kembali unggul andai Casillas tak mampu mengagalkan sepakan Messi pada menit 36.

Barca akhirnya kembali unggul lewat gol Messi di menit 42. Striker lincah Argentina ini dengan tenang menaklukkan Casillas setelah memanfaatkan umpan Gerard Pique. Barca akhirnya menutup babak pertama dengan keunggulan 2-1.

Di babak kedua, Madrid mencoba mengejar ketertinggalan. Namun peluang emas pertama di paruh kedua justru diperoleh Barca lewat Messi di menit 66. Sayangnya, Messi yang memanfaatkan umpan terobosan Iniesta gagal menaklukkan Casillas dan hanya berbuah sepak pojok.

Read More......

Jose Mourinho Sindir Fabregas

Pertandingan leg kedua Piala Super Spanyol, Rabu, 17 Agustus 2011 (Kamis dini hari WIB) antara Barcelona vs Real Madrid yang akhirnya dimenangkan oleh Barcelona dengan skor 3-2 memang menimbulkan kekecewaan bagi pelatih Real Madrid Jose Mourinho. Selain kekalahan yang diterima, dua pemainnya Marcelo dan Mesut Ozil diusir wasit.

Marcelo mendapat kartu merah lebih dulu di masa injury time babak kedua setelah menjegal pemain Barca, Cesc Fabregas. Pengusiran ini berujung kericuhan kecil yang melibatkan seluruh pemain dan ofisial kedua tim. Ozil akhirnya ikut diusir wasit dan harus dikawal beberapa rekannya untuk keluar lapangan karena masih emosi beradu mulut dengan David Villa.

Read More......

Mesut Ozil Marah Karena David Villa Berkata Rasis

Mesut Ozil menjadi pemain yang tampak paling marah saat terjadi keributan antara pemain dan ofisial Barcelona dan Real Madrid di Piala Super Spanyol lalu. Kabarnya, Ozil marah karena mendapat perlakuan rasis dari David Villa.
Insiden di akhir-akhir pertandingan itu memang menyisakan beberapa tanda tanya. Ozil menjadi sosok paling disorot setelah tampak sangat marah dan berusaha mengejar David Villa. Bahkan Ozil harus ditenangkan beberapa ofisial dan pemain.

Pertanyaan mencuat karena Ozil selama ini dikenal sebagai pemain yang pendiam. Kabar tak sedap pun mulai berhembus. Ozil dikabarkan marah karena Villa telah menghina agamanya. Gelandang timnas Jerman berdarah Turki ini memang dikenal sebagai muslim yang taat.

Read More......

Minggu

Barcelona Juara Liga Champions 2010-2011

Barcelona berhasil merebut gelar Liga Champions untuk keempat kalinya setelah menaklukan Manchester United di final, Sabtu 28 Mei 2011 (Minggu dini hari WIB). Barca menang telak 3-1 berkat gol dari Pedro Rodriguez, Lionel Messi, dan David Villa. Sedangkan gol tunggal MU disumbang Wayne Rooney di menit 34.

Bertanding di Stadion Wembley, London, Inggris, pertandingan babak pertama awalnya dikuasai oleh MU. Namun, masuk pertengahan babak, Barca mulai mengambil alih hingga akhirnya mampu mencetak gol pertama di menit 27 lewat Pedro.
Striker asal Spanyol itu mencetak gol cantik melalui tendangan keras dari dalam kotak penalti. Dari sudut sempit, Pedro mampu menaklukkan kiper van der Sar dan membuat kedudukan 1-0 untuk Barca.

Hanya berselang beberapa menit, gol itu bisa disamakan MU melalui Rooney. Dengan kerjasama apik bersama Ryan Giggs, striker bertubuh gempal itu mencetak gol MU di menit 34. Itu menjadi gol terakhir di babak pertama dan menutup skor menjadi 1-1.

Masuk babak kedua, Barca makin tak terbendung dengan melancarkan serangan sejak peluit ditiup. Hasilnya kembali berbuah manis karena bisa mencetak dua gol lagi.

Dimulai dari gol Messi di menit 54 yang merupakan buah kerjasama dengan Andres Iniesta dan

Read More......

Berikut Penjelasan Van Der Sar Karena Dituduh Blunder

 
Kiper Manchester United, Edwin van Der Sar menilai kekalahan timnya di final Liga Champions 2010/2011, Sabtu, 28 Mei 2011 merupakan kesalahan seluruh pemain. Dalam duel ini MU menyerah 1-3 dari Barcelona.

Banyak pihak yang menyalahkan Van der Sar atas kekalahan MU dini hari tadi. Pasalnya, kiper Belanda gagal mengantisipasi tendangan jarak jauh Lionel Messi pada menit ke-54. Gol ini membuat Setan Merah tertinggal dengan skor 2-1.

Pada menit ke-69, Van der Sar kembali gagal menjangkau tendangan terukur David Villa yang mengarah ke tiang jauh. Akibatnya Setan Merah semakin tertinggal dari Barcelona. Barca memimpin dengan skor 3-1 hingga laga usai.

Seperti dilansir goal.com, Van der Sar mengaku tak tahu apakah dia layak dipersalahkan atas gol-gol tersebut. Namun menurutnya, kekalahan timnya dari Barcelona merupakan kesalahan seluruh pemain Setan Merah.

"Kami membuat satu atau dua kesalahan dan mereka menghukum Anda," kata Van der Sar seperti dilansir goal.com, Minggu, 29 Mei 2011.

"Saya tidak tahu apakah saya bisa mencegah gol Messi. Saya pikir saya sudah berada di posisi yang

Read More......